Rabu, 24 May 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju


Ditulis oleh Humas dan Protokol    Rabu, 06 Juli 2011 07:40    PDF Cetak Surel
MENAKAR KESETIAAN KASRI PADA CANDI

Bagi Kasri (68), penjaga Candi Ngempon Bergas, waktu 45 tahun belumlah cukup menghentikan kesetiaannya untuk bersanding dengan bangunan candi yang ditemukannya secara tidak sengaja itu. Meski telah pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah sejak tahun 1999 lalu, Kasri masih saja mau datang ke areal Candi Ngempon Bergas yang berjarak puluhan kilometer dari tempat tinggalnya sekarang di Ambarawa.


Ditemani Pariyanto (36), anaknya, Kasri merawat empat buah bangunan candi di kompleks Candi Ngempon Bergas. Selain itu ada beberapa tumpukan batu candi yang masih berserakan belum ditata rapi layaknya bangunan candi. “Dulu saya yang menjadi penjaga, sekarang anak saya yang meneruskannya sebagai penjaga yang juga berstatus PNS,” katanya saat ditemui di lingkungan candi, Selasa (5/7) siang.
Menurut Kasri, penemuan Candi Ngempon dilakukan tanpa sengaja. Ketika itu, sekitar tahun 1951, Kasri muda ditemani sang kakek Muh Ali sedang mencangkul di sawah garapannya. Beberapa kali mata cangkulnya mengenai bongkahan batu keras yang berbentuk persegi panjang. Setelah terkumpul banyak, Kasri merawatnya dengan baik. Beberapa diantaranya bahkan digunakan sebagai umpak atau pengganjal tiang masjid desa setempat.
Penemuan itu lalu menjadi perhatian luas dan terdengar petugas BP3 saat itu. Setahun setelah itu, pengelolaan batu-batuan candi yang berserakan itu ditangani BP3. Balok batu yang telanjur dijadikan umpak, dikembalikan ketempatnya semula. Sedangkan proses penggalian massal secara besar-besaran di lokasi penemuan batu candi, baru dilakukan tahun berikutnya yang dilanjutkan dengan proses restorasi bangunan candi. “Sebagai penemu, saya tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya. Namun itu tidak menjadi penghalang untuk merawat bangunan candi agar bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya memelas.
Ketika ditemukan, lanjutnya, terdapat sembilan pondasi bangunan candi yang berdekatan di satu area. Selain itu ada pula sebuah tempat pemandian. Namun hasil restorasi oleh BP3, saat ini baru berdiri empat buah candi yang relatif utuh meski tanpa kelengkapan patung-patung layaknya Candi Hindu. Kasri pernah menemukan patung Hindu, namun sekarang disimpan di Museum Ronggowarsito Semarang untuk keamanannya. “Pahatan berbagai binatang seperti gajah, menjangan, kambing di Candi Ngempon menunjukkan kemakmuran wilayah ini. Dugaan Saya, Candi Ngempon ini meski kecil namun tergolong candi sepuh,” tuturnya lagi.
Sekarang, Kasri menghabiskan hari-hari di masa tuanya dengan tetap merawat dan menjaga Candi Ngempon. Meski status dan posisinya telah digantikan anaknya, namun kesetiaan Kasri bergeming pada bangunan yang mengubah alur awal hidupnya sebagai petani itu. Pria lanjut usia yang tetap bersemangat ini berharap kelima reruntuhan candi lainnya yang belum tersusun dapat berdiri tegak.(*/ed)