Senin, 22 Juli 2019

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 07 Februari 2019 12:42    PDF Cetak Surel
DIGAGAS, PEMBANGUNAN GERBANG WISATA BANDUNGAN

DISKOMINFO-BANDUNGAN : Guna menegaskan identitas kawasan Bandungan sebagai salah satu ikon penting pariwisata Kabupaten Semarang, dinilai perlu membangun gerbang penanda di tiga titik masuk kawasan itu. Gagasan itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bandungan di aula Kantor Desa Jetis, Kamis (7/2) siang.

Camat Bandungan Eko Purwanto mengatakan jika disetujui menjadi program kegiatan, gerbang pariwisata itu akan dibangun di tiga pintu masuk wilayah Bandungan. Yakni di perbatasan dari arah Sumowono, Ambarawa dan Bergas. “Selain sebagai identitas kawasan wisata, bisa mendukung peningkatan pendapatan daerah dari pajak reklame pihak ketiga,” terangnya saat paparan pengantar materi Musrenbang di hadapan Bupati Semarang H Mundjirin.
Hadir pula pada acara itu Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, para pimpinan SKPD terkait, Muspika Bandungan, para kepala desa dan lurah se Kecamatan Bandungan serta  tokoh masyarakat setempat.
Ditambahkan oleh Eko, penataan kawasan Bandungan memerlukan dukungan semua pihak. Selain pihak swasta, warga Bandungan pun perlu berperan serta. Dia mencontohkan, masalah sampah baik dari rumah tangga maupun pasar masih menjadi problem tersendiri. Selain itu angka kemiskinan yang masih tinggi juga menjadi sasaran program pembangunan. Pada tahun 2019 ini, lanjutnya, didorong pola kemandirian desa dengan konsep kerja sama antar desa. Selain itu juga dikembangkan usaha mikro, kecil dan menengah dengan melibatkan pihak swasta. “Kita sudah rintis pasar tani di dusun Ampelgading Desa Kenteng. Kerja sama antar desa lewat Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) akan terus ditingkatkan guna mendorong kemandirian desa,” terangnya.
Tak hanya itu, juga telah dibuat portal informasi www.bandungantoday.com berisi aneka informasi tentang Bandungan. Dengan penggunaan teknologi informasi itu, menurut Eko, diharapkan dapat menjadikan kawasan wisata Bandungan lebih dikenal hingga ke tingkat internasional. “Dampaknya tentu pada peningkatan kesejahteraan warga dengan berbagai usaha dan kegiatannya,” ujarnya.
Eko juga mengucapkan terima kasih atas persetujuan DPRD Kabupaten Semarang untuk membangun pasar Bandungan di lokasi yang baru di Desa Jetis. Sehingga penataan kawasan di sekitar pasar lama Bandungan yang menjadi salah satu penyebab kemacetan di Bandungan dapat segera terlaksana.
Sementara itu Bupati H Mundjirin mengingatkan untuk tidak meninggalkan pembangunan non fisik.  “Pemkab Semarang menganggarkan bantuan untuk rumah ibadah dan kelompok kesenian dalam rangka menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan non fisik. Keduanya harus berjalan seimbang untuk kesejahteraan bersama,” katanya.
Bupati juga mengingatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,7 persen dan inflasi daerah sebesar 2,8 persen harus terus didukung. Sebab angka itu dinilai masih mencerminkan kondisi daerah yang nyaman bagi investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Serasi. Selain itu juga sebagai indikator bahwa kondisi ekonomi daerah dan warga masih menguntungkan.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com