Rabu, 23 Januari 2019
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Senin, 07 Januari 2019 08:28    PDF Cetak Surel
TRADISI IRIBAN DUSUN MRUNTEN DESA KALISIDI MERIAH

DISKOMINFO-UNGARAN : Tradisi merawat mata air dan saluran air di persawahan atau dikenal dengan nama Iriban di Dusun Mrunten Kulon Desa Kalisidi Ungaran Barat Kabupaten Semarang berlangsung meriah, Sabtu (5/1) pagi hingga siang. Ratusan warga, tua muda, anak-anak, laki-laki perempuan tumpah ruah di areal persawahan dusun setempat mengikuti tradisi rutin tiap tahun memasuki musim penghujan itu.

Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno Putra menjelaskan, setelah kerja bhakti memperbaiki dan membersihkan mata air serta salurannya, warga laki-laki memotong ayam kampung dan membakarnya di lahan persawahan. Sementara kaum perempuan datang dengan membawa nasi putih dan rebusan aneka sayuran yang telah dicampur sambal kelapa. “Setelah semua matang, nasi dan lauk pauknya itu dihidangkan beralaskan daun pisang yang ditata memanjang. Sebelum makan bersama, doa dipanjatkan oleh tetua dusun,” jelasnya  disela-sela mendampingi Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang ikut makan bersama warga.
Saat sambutan, Wakil Bupati Ngesti Nugraha menghargai komitmen warga Dusun Mrunten Kulon melestarikan kearifan lokal warisan nenek moyang itu. “Tradisi ini menjadi salah satu andil warga untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Sekaligus menunjukkan guyub rukun warga karena semua ikut terlibat,” katanya.
Ditambahkan oleh Dimas, tradisi Iriban juga dilakukan pada saluran air bersih yang dikelola warga atau kelompok pengguna lainnya. Ada sekitar 30  kelompok warga yang tersebar di Desa Kalisidi yang menyelenggarakan Iriban berdasarkan penanggalan Jawa. “Biasanya memang dilaksanakan memasuki musim penghujan agar air di irigasi persawahan ataupun air konsumsi dapat mengalir lancar. Sebab saat musim kemarau pasti ada yang mengalami kerusakan dan saat Iriban ini saluran diperbaiki secara swadaya,’ terangnya.   
Di Dusun Mrunten Kulon, lanjut Dimas, Iriban dilaksanakan pada hari Sabtu Pahing. Sedangkan untuk dusun atau kelompok pengguna air bersih lainnya dilaksanakan lain hari. Pihak Pemdes Kalisidi memastikan akan terus mendukung warga melestarikan tradisi Iriban ini. Sebab selain sebagai wahana ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, juga menjaga keakraban dan guyub rukun warga. “Tradisi ini bisa saja nantinya dikembangkan sebagai paket wisata sebagai langkah untuk melestarikannya,” pungkasnya.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju