Jumat, 14 Desember 2018
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 09 Agustus 2018 14:57    PDF Cetak Surel
PAMERAN BUKU TINGKATKAN BUDAYA LITERASI WARGA

DISKOMINFO-UNGARAN : Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng M Masrofi menyebut minat baca masyarakat saat ini terhitung masih rendah. Mengutip laporan World Bank, bahwa tingkat literasi di tanah air masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain. “Berdasarkan analisa Bank Dunia itu, dibutuhkan waktu sekitar 45 tahun untuk meningkatkan budaya literasi agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. Karenanya diperlukan kerja sama semua pihak untuk bersatu meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat kita,” kataya saat pembukaan Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018 di Ungaran, Kamis (9/8) siang.

Pembukaan Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018 dilakukan  oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Jati Trimulyanto ditandai pemukulan gong. Ikut menyaksikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang Hendy Lestari dan undangan lainnya.
Ditambahkan oleh Masrofi, rendahnya budaya literasi atau kecakapan membaca dan menulis itu mengakibatkan tingkat penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan rata-rata masyarakat Indonesia juga rendah. Masih menurut referensi World Bank, lanjutnya, diperlukan waktu setidaknya 75 tahun agar penguasaan teknologi bisa termasuk kategori maju.  “Minat baca dan kemampuan literasi harus ditumbuhkan secara masif dan sejak dini oleh segenap komponen bangsa. Pameran buku semacam ini menjadi salah satu langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan itu,” tegasnya.
Keberadaan perpustakaan termasuk di desa-desa bisa menjadi pemicu untuk mendorong peningkatan mutu budaya literasi masyarakat. Tak hanya menyediakan buku, Masrofi juga menyebut perpustakaan perlu mengadakan pelatihan ketrampilan usaha produktif dibidang pertanian, usaha ekonomi kecil maupun mikro. Jika diperlukan, dapat juga disiapkan pendamping aktif yang akan membimbing masyarakat untuk mewujudkan usaha produktif itu. “Inilah yang disebut dengan literasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Semarang H Mundjirin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan Jati Trimulyanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada para kepala desa untuk mengalokasikan sebagian dana desa bagi pengembangan perpustakaan desa masing-masing. “Perpusdes dapat menyelenggarakan pelatihan ketrampilan bagi warga setempat selain menyediakan buku bacaan bermutu. Sehingga warga dapat merasakan manfaat langsung keberadaan Perpusdes untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang Hendy Lestari menjelaskan kegiatan pameran akan berlangsung sampai 15 Agustus mendatang. Pameran diikuti sepuluhan penerbit dari berbagai kota seperti Yogyakarta. “Pameran buku ini menyediakan buku murah guna merangsang minat baca masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada pegiat literasi berprestasi. Mereka adalah pengelola “Cakruk Baca” Desa Kadirejo Pabelan dan pengelola Rumah Baca “Uplik” Desa Pledokan Sumowono. Diserahkan pula penghargaan bagi Ridho Jalu Satyaji, siswa SMP Negeri 1 Bawen sebagai pengunjung teraktif perpustakaan Kabupaten Semarang. Sedangkan penghargaan peminjam buku teraktif diberikan kepada Sudardi Yuswo (60) , warga Kelurahan Ungaran.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju