Jumat, 14 Desember 2018
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Jumat, 03 Agustus 2018 13:57    PDF Cetak Surel
WARGA PASEKAN SERAHKAN TANAH UNTUK BANGUN JALAN

DISKOMINFO-AMBARAWA : Sebanyak 29 orang warga Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa menghibahkan tanah miliknya untuk memperlancar pembangunan jalan tembus baru. Partisipasi aktif warga itu mempermudah pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Dusun Pluwang dan Dusun Lengkong desa setempat. Kepala Desa Pasekan Juli mengatakan total luas tanah yang diserahkan mencapai 2.400 meter persegi dengan perkiraan harga mencapai Rp 240 juta lebih. Panjang jalan yang dibangun mencapai 600 meter dengan lebar tiga meter dibiayai Dana Desa senilai Rp 118.733.500,oo. Diperkirakan jalan tembus baru itu akan selesai dalam waktu lima minggu dan melibatkan 50 orang warga desa Pasekan sebagai pekera . “Jalan baru itu mampu memperpendek jarak tempuh antar dusun sehingga memudahkan warga untuk menjual hasil bumi ke luar desa,” terang Juli saat acara launching program padat karya Dana Desa 2018 di Dusun Pluwang, Pasekan, Jum’at (3/8) siang.

Bupati H Mundjirin yang hadir pada acara itu sangat menghargai peran serta aktif warga Pasekan guna meningkatkan kesejahteraan bersama. Pasalnya, jalan tembus yang dibangun tersebut merupakan jalan baru yang melintasi tanah tegalan milik warga. Ditambahkan, sejak dimulainya penyaluran dana desa langsung ke pemerintah desa maka paradigma pembangunan di pedesaan mengalami perubahan. Sejak tahun 2015 itu, Pemerintah Desa dan warga dapat merencanakan pembangunan sesuai kebutuhannya. “Karenanya, partisipasi aktif warga termasuk usulan program pembangunan maupun swadaya berupa dana dan lainnya akan sangat mendukung keberhasilan pembangunan desa,” ujar Bupati.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat (Dispermasdes) Kabupaten Semarang Aris Setyawan menjelaskan sejak awal tahun 2018 ini, Pemerintah telah menetapkan penggunaan dana desa diarahkan terutama untuk kegiatan padat karya tunai. Selain infrastruktur, program padat karya itu juga dapat digunakan untuk sektor lain seperti pelayanan umum kepada masyarakat dan pemberian makanan tambahan.
Launching program padat karya tunai dana desa kali ini, terang Aris, merupakan penggunaan dana desa pencairan tahap II. Sebelumnya, pada pencairan dana desa tahap I seluruh desa juga telah melaksanakan program yang sama. “Pencairan dana desa tahap II sebesar 40 persen dari total dana desa memang lebih besar dibandingkan tahap I yang hanya 20 persen. Karenanya, Pemdes Pasekan mampu membiayai pembangunan jalan tembus baru ini dengan total dana lebih dari Rp 100 juta,” terang Aris.
Dari hasil monitoring dan evaluasi Dispermasdes, sebagian besar program padat karya tunai memang digunakan untuk membangun infrastruktur. Diantaranya betonisasi jalan, pembuatan talud, pembangunan jalan usaha tani (jalut).  Seluruh proyek pembangunan fisik program padat karya tunai tahap I telah mampu diselesaikan. Dia berharap, proyek pembangunan fisik tahap II ini juga dapat berjalan lancar. Termasuk penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangannya.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju