Jumat, 14 Desember 2018
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Selasa, 31 Juli 2018 13:48    PDF Cetak Surel
200 SEKOLAH DITARGETKAN JADI LEMBAGA LAYAK ANAK

DISKOMINFO-UNGARAN : Pemkab Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) mentargetkan pada tahun 2019 mendatang status Kabupaten Layak Anak akan meningkat menjadi kategori Madya. Karenanya, berbagai upaya percepatan peningkatan mutu layanan kepada anak terus dilakukan. “Seluruh kecamatan telah dicanangkan menjadi kecamatan layak anak atau KELANA mulai awal semester II tahun ini. Seterusnya akan diwujudkan sekolah dan desa layak anak di seluruh wilayah Kabupaten Semarang,” terang Kepala DP3AKB Dra Romlah disela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018 tingkat Kabupaten  di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (31/7) siang.

Hadir pada acara itu Bupati Semarang H Mundjirin, Pembina Forum Anak Kabupaten Semarang (FAKAS) Hj Bintang Narsasi Mundjirin, forkompimda serta ratusan anak dari berbagai sekolah.
Ditambahkan oleh Romlah, setelah pencanangan Kecamatan Layak Anak para Camat akan diminta untuk mengintensifkan koordinasi dengan satuan tugas dan pemangku kepentingan hak anak di wilayahnya. Tujuannya untuk menciptakan ruang dan situasi yang lebih luas guna memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada anak. Nantinya di setiap sekolah, area terbuka dan tempat lainnya harus ada fasilitas pendukung guna memenuhi hak anak untuk sehat, ceria dan nyaman. “Khusus untuk sekolah, saat ini baru ada 57 sekolah layak anak. Kita targetkan pada tahun depan bisa terlaksana di 200 sekolah di semua tingkatan hingga ke desa-desa,” jelasnya lagi.
Saat ini, DP3AKB juga terus meningkatkan koordinasi agar setiap pemerintah desa menganggarkan lebih banyak lagi dana untuk menciptakan desa layak anak. Sebelumnya telah ada instruksi dari Bupati Semarang kepada para Kepala Desa untuk mengalokasikan dana bagi pengembangan sumber daya manusia termasuk anak di APBDes. “Diharapkan nantinya di tiap desa ada berbagai pos pelayanan bagi kesejahteraan anak yang berbasis masyarakat.,” katanya lagi.
Sementara itu Bupati H Mundjirin saat sambutan meminta para orang tua dan pemangku kepentingan daerah lainnya untuk berkomitmen memenuhi hak hak untuk tumbuh dan berkembang secara normal. “Ciptakan suasana dan situasi yang nyaman dan aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Lindungi mereka dari berbagai tindak kekerasan, pornografi dan dampak buruk kemajuan global lainnya mulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa kasih sayang orang tua kepada anak . Sekaligus memahami semua hak anak agar fisik dan psikis mereka dapat berkembang maksimal.
Acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 tingkat Kabupaten Semarang dimeriahkan dengan berbagai atraksi tari dan lagu oleh anak-anak. Di akhir acara, Pembina FAKAS Hj Bintang Narsasi Mundjirin bahkan tak canggung ikut menyanyi dan menari bersama anak-anak yang hadir. Menurutnya, sekarang ini kemajuan teknologi mempengaruhi pola hidup anak. Kecanduan menggunakan gadget, pola makan yang lebih suka pada junk food dan berkurangnya kegiatan fisik dapat merugikan perkembangan mereka. “Kita ajak anak-anak untuk bijak menggunakan gadget dan menghindari makanan cepat saji yang kurang baik bagi kesehatan mereka,” tuturnya.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju