Jumat, 14 Desember 2018
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Jumat, 27 Juli 2018 13:52    PDF Cetak Surel
40 KELOMPOK TANI TERIMA BANTUAN ALSINTAN

DISKOMINFO-UNGARAN : Pemkab Semarang melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Distan) memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 40 kelompok tani di 16 kecamatan. Selain untuk mendukung program kedaulatan pangan, bantuan diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Penyerahan bantuan alsintan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Semarang H Mundjirin kepada perwakilan ketua kelompok tani di aula Kantor Distan di Ungaran, Jum’at (27/7) siang.

Saat sambutan, Bupati H Mundjirin berharap para petani dapat menggunakan alsintan berupa hand tracktor dan cultivator pengolah tanah itu dengan baik. “Atur penggunaannya secara adil bagi seluruh anggota. Alat harus digunakan dan dirawat dengan baik agar mampu meningkatkan hasil panen. Sekaligus mendukung program kedaulatan pangan di Kabupaten Semarang,” tegasnya didampingi Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Wigati Sunu.
Dikatakan, sampai saat ini telah dialokasikan bantuan 1.600 hand tracktor baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Semarang. Namun diakui oleh Bupati jumlah itu masih belum mencukupi kebutuhan. Karenanya, Pemkab Semarang akan terus berupaya menganggarkan pengadaan alsintan untuk meningkatkan produksi padi maupun jagung dan kedelai.  
Sementara itu Kepala Distan Wigati Sunu menjelaskan bantuan alsintan kali ini dimaksudkan untuk membantu petani melakukan intensifikasi lahan agar produksi meningkat. Sekaligus mendukung upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai (upsus pajale). Sampai dengan akhir semester I tahun 2018, realisasi produksi padi mencapai 125.372 ton atau 54 persen dari target 233.891 ton. Sedangkan untuk komoditas jagung terealisasi 40.346 ton atau 73 persen dari target 55.243 ton. Sedangkan realisasi produksi kedelai melebihi target yang telah ditentukan yakni mencapai 641 ton dari target 213 ton dari luas lahan 538 hektar. Pada tahun 2017 lalu, Kabupaten Semarang berhasil menghimpun produksi padi sebanyak 244.539 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 154.549 ton beras. Dengan jumlah itu, produksi padi mencapai surplus 52.102 ton karena kebutuhan dalam daerah hanya 86.235 ton beras. “Dengan dukungan bantuan alsintan serta pembangunan prasarana pertanian seperti Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dan Jalan Usaha Tani (JALUT), diharapkan semua target dapat dicapai,” katanya.
Selain itu, ada pula bantuan dari Pemerintah Pusat berupa bibit pajale dan pupuk bersubsidi . Yakni bibit padi hibrida untuk luasan tanam 5.300 hektar, benih kedelai untuk luasan tanam 1.350 hektar dan benih jagung untuk luasan tanam 5.000 hektar. Sedangkan enam jenis pupuk bersubsidi yang diterima diantaranya NPK. ZA dan SP mencapai lebih kurang 33.427 ton.   
Bantuan alsintan yang diserahkan kali ini terdiri dari 27 handtractor untuk  27 kelompok tani dan 13 lainnya menerima cultivator. Salah seorang petani penerima bantuan, Suyanto (52) mengaku senang mendapat bantuan ini. Ketua Kelompok Tani Sido Makmur  Kelurahan Baran Ambarawa itu mengatakan sebelumnya harus menyewa hand tractor untuk mengolah sawahnya. “Kami akan gunakan secara bergilir untuk 35 petani anggota kelompok. Bantuan alat ini dapat mengurangi biaya pengolahan sawah dan dapat meningkatkan pendapatan kami,” akunya polos.(*/junaedi)  

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju