Senin, 24 Juli 2017
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 13 Juli 2017 12:05    PDF Cetak Surel
KABUPATEN SEMARANG DIJATAH 50 RIBU SERTIFIKAT PTSL

DISKOMINFO-UNGARAN : Sampai dengan akhir tahun 2017, BPN Kabupaten Semarang akan menyelesaikan pembuatan 50 ribu lembar sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sesuai alokasi jatah dari Pemerintah Pusat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang Yan Septi Dyas ST, SH menyatakan optimis pekerjaan itu selesai tepat waktu. “Dengan dukungan dari Pemkab Semarang dan instansi terkait, kita siap menyelesaikan tugas itu tepat waktu,” katanya saat acara sosialisasi program 50 ribu sertipikat PTSL Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (13/7) siang.

Hadir pada acara itu Kepala Kantor Wilayah BPN Jateng Heri Santosa, Bupati Semarang H Mundjirin, Wakapolres Semarang Kompol Cahyo Widiyatmoko, para Camat dan kepala desa serta undangan lainnya.
Diterangkan lebih lanjut oleh Yan Septi Dyas, pada tahap I Kabupaten Semarang mendapat jatah 20 ribu lembar sertipikat tanah program PTSL. Selanjutnya mendapat tambahan sebanyak 25 ribu lembar dan pada tahap ketiga ditambah lagi sebanyak 5 ribu lembar sertipikat. “Sampai dengan Bulan Juli ini sudah 10 ribu sertipikat kita terbitkan dan tersebar di 60 desa. Saat ini kami terpaksa menolak pendaftaran karena telah melebihi jatah yang diberikan,” ujar Yan Septe Dyas.
Kepala Kanwil BPN Jateng Heri Santosa saat sambutan mengimbau warga yang telah menerima sertifikat tanah untuk memanfaatkannya guna mengakses dana perbankan. Menurutnya, sertipikat yang diagunkan dapat memberikan tambahan modal usaha guna meningkatkan kesejahteraan. Data di Kanwil BPN Jateng menunjukkan, sebanyak empat ribu lembar sertipikat di Kabupaten Semarang yang telah dijadikan agunan di perbankan mampu menyalurkan dana kredit senilai Rp 1 triliun. “Pemerintah menyadari potensi sertipikat tanah untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi warga. Karenanya, Presiden mentargetkan penyelesaian 5 juta sertipikat tanah di seluruh tanah air melalui program PTSL guna meningkatkan taraf perekonomian warga,” terang Heri.
Program PTSL tersebut, lanjutnya, dibiayai Pemerintah Pusat dengan besaran Rp 209.500 per bidang. Biaya itu belum termasuk biaya patok, materai dan lain-lain.
Bupati Semarang H Mundjirin berharap program PTSL akan terus berlanjut di masa mendatang. “Sudah terbukti, warga pemilik sertipikat tanah mampu meningkatkan kemampuan ekonominya karena diagunkan di bank. Kami berharap jumlahnya akan terus ditambah di masa mendatang. Sebab masih ada ribuan bidang tanah di Kabupaten Semarang yang belum bersertipikat,” tegas Bupati.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju