Sabtu, 23 September 2017
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 22 Juni 2017 14:16    PDF Cetak Surel
DANA ZAKAT BISA PERCEPAT PENGENTASAN KEMISKINAN

DISKOMINFO-UNGARAN : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah Dr Ahmad Daroji menegaskan berdasarkan kajian potensi dana zakat yang dapat dikumpulkan dari umat Islam di Jawa Tengah mencapai Rp 449 miliar per tahun. Diakuinya saat ini realisasi pengumpulan dana zakat kurang lebih Rp 200 miliar atau belum mencapai angka lima puluh persen. Jumlah itu sebagian besar berasal dari pengumpulan zakat dari 35 kabupaten/kota yang berasal dari kalangan PNS dan pekerja tetap lainnya. “Namun tingkat kesadaran umat untuk membayar zakat semakin tinggi. Bukan tidak mungkin dengan pengelolaan yang profesional potensi dana zakat itu dapat direalisasi dan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan,” katanya usai menyaksikan pengukuhan pengurus BAZNAS Kabupaten Semarang dan Pengurus Badan Wakaf Indonesia perwakilan Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (22/6) siang.

Pengukuhan pengurus BAZNAS Kabupaten Semarang di lakukan oleh Bupati Semarang H Mundjirin dan pengurus BWI Perwakilan Kabupaten Semarang Jawa Tengah oleh Sekretaris BWI perwakilan Jawa Tengah Drs H Muh Sa’dun  Mag.
Ditambahkan oleh Ahmad Daroji, jika dana Zakat umat di kelola secara profesional maka bisa membantu Kepala Daerah memberikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan dana APBD. Sebab ada beberapa aturan untuk mencairkan dana APBD yang bisa saja memakan waktu lama. “Bisa jadi warga yang sakit dan membutuhkan bantuan sudah meninggal dunia atau yang rumahnya rusak sudah terlanjur roboh baru dana bantuan dari APBD itu cair. Dengan dana zakat yang dikelola BAZNAS dimungkinkan lebih cepat tertolong,” ujarnya.
Menyinggung tentang pengelolaan wakaf, Daroji mengimbau para nazhir atau pengelola wakaf untuk berpikir kreatif memanfaatkan nilai ekonomis wakaf. Menurutnya, wakaf harus dikelola sedemikian rupa agar mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan umat. “Berapa luas tanah wakaf yang dimanfaatkan untuk bangunan masjid dan sisanya harus dimanfaatkan untuk usaha produktif. Jadi para nazhir harus punya wawasan wirausaha,” kata Daroji lagi.
Jika dikelola dengan baik, lanjutnya, potensi wakaf di seluruh tanah air bisa mencapai RP 100 triliun. Dicontohkan Daroji, pengelola Pondok Pesantren Gontor mampu mengembangkan setidaknya 26 unit usaha dari wakaf yang dikelolanya dengan penghasilan dana mencapai 15 miliar.
Bupati Semarang H Mundjirin saat sambutan juga segendang sepenarian. Menurutnya BAZNAS dan BWI Kabupaten Semarang sudah saatnya meningkatkan mutu pengelolaan dana zakat umat. “Sehingga zakat dan wakaf yang dikelola akan lebih memiliki nilai tambah dan produktif. Tujuannya untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” katanya.
Sementara itu Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Munashir bertekad akan terus meningkatkan jumlah pengumpulan dana zakat dari umat. Pada tahun 2017 ini dia mentargetkan pengumpulan dana zakat mencapai Rp 4 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,2 miliar. “Intensifikasi akan dilakukan dengan menggiatkan unit pengumpul zakat infaq dan sadaqah (UPZIS) sampai ke tingkat desa,” tegasnya.
Susunan pengurus BAZNAS masa bakti 2017-2022 diketuai Drs H Munashir MM dibantu tiga orang wakil ketua yakni Wakil Ketua Bidang pengumpulan Ir H Arif Sunandar, Wakil ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Drs H Kholiq Rifai, Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Imanul Huda SPdI, MPdI dan Wakil Ketua Bidang Administrasi, SDM dan umum Drs KH Shaliminudin MM.
Sedangkan pengurus BWI Kabupaten Semarang masa bakti 2017-2020 terdiri dari ketua Dewan Pertimbangan Drs Gunawan Wibisono dengan anggota Drs H Muhdi MAg dan Abdullah Maskur SE MSi dan bantu oleh badan pelaksana. Badan Pelaksana diketuai Drs KH Miftahudin SH, wakil ketua Drs Budi Sugito MSi, Sekretaris H Mohammad Sholichin SAg, MSi dan Bendahara Drs H Munashir MSi. Kepengurusn juga dilengkapi divisi pembinaan nazhir, divisi pengelolaan dan pemberdayaan wakaf, divisi humas, divisi kelembagaan dan bantuan hukum serta divisi penelitian dan pengembangan wakaf.(*/junaedi)


 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju