Selasa, 19 Desember 2017
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 15 Juni 2017 10:51    PDF Cetak Surel
21 KORBAN BENCANA TERIMA BANTUAN

DISKOMINFO-UNGARAN : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan sosial kepada 21 warga korban bencana. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Semarang H Mundjirin didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subroto di ruang rapat II Gedung A Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (15/6) pagi.

Saat sambutan, Bupati Mundjirin meminta para warga korban bencana untuk bersikap tabah menghadapi cobaan. Dikatakan, bencana yang dialami dapat dijadikan alasan untuk mawas diri dalam menjalani kehidupan. “Saya harap saudara sekalian bisa bersikap tabah menghadapi cobaan ini. Jadikan ajang mawas diri untuk menata kehidupan yang lebih baik lagi,” pinta Bupati.
Dikatakan, sejak tahun 2015 frekuensi bencana alam maupun musibah kebakaran terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015, data di BPBD Kabupaten Semarang mencatat ada 112 kejadian bencana alam maupun musibah kebakaran. Sedangkan pada tahun 2016, tercatat ada 160 kejadian. Karenanya Pemkab Semarang melalui BPBD terus berupaya menganggarkan bantuan sosial guna meringankan beban penderitaan warga korban bencana.
Meski ada bantuan sosial, Bupati Mundjirin tetap mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap mengutamakan sikap guyup rukun membantu para korban bencana. Sebab sikap itu menjadi ciri khas masyarakat yang harus dilestarikan. “Warga sekitar Saya harapkan tetap memelihara sikap gotong royong dan guyup rukun membantu warga korban bencana. Karena persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud kuat jika dimulai dari lingkungan sendiri,” ujarnya lagi.
Sementara itu Kalakhar BPBD Heru Subroto menjelaskan sampai dengan minggu pertama Bulan Juni, pihaknya mencatat 211 kejadian bencana alam dan kebakaran di seluruh Bumi Serasi. Dari jumlah itu, sebanyak 80 kasus membawa dampak kerusakan rumah tinggal warga yang tersebar di beberapa kecamatan. Diantara kecamatan yang rawan bencana tanah longsor ialah Banyubiru, Getasan, Sumowono dan Jambu. “Besaran bantuan uang tunai diberikan bervariasi antara RP 3 juta sampai Rp 10 juta tergantung tingkat kerusakannya,” jelasnya.
Heru berharap warga penerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan baik untuk memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak.
Salah seorang warga penerima bantuan, Misdi (75) mengaku senang mendapat bantuan sosial berupa uang tunai itu. Warga Dusun Sekeper RT 05/RW 3 Desa Duren Sumowono yang rumahnya rusak terkena tanah longsor itu akan memanfaatkan uang bantuan untuk memperbaiki rumahnya. “Ya, buat perbaiki rumah yang rusak,” akunya polos.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju