Selasa, 27 Juni 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Sabtu, 08 April 2017 16:48    PDF Cetak Surel
JAKARTA – BANYUWANGI TERSAMBUNG TOL TAHUN 2019

DISKOMINFO-TUNTANG : Presiden Jokowi menegaskan pemerintah serius untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol trans Jawa. Kesungguhan itu ditunjukkan dengan meninjau langsung pengerjaan jalan tol ruas Bawen-Salatiga yang berada di Desa Polosiri Bawen atau di awal jembatan tol Tuntang dari awah Bawen, Sabtu (8/4) siang.
Kedatangan rombongan Presiden Jokowi disambut oleh Bupati Semarang H Mundjirin di KM 37.600 sekitar pukul 10.50 WIB.

Didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden Jokowi melihat langsung pekerjaan pengeprasan bukit Polosiri yang masih menjadi kendala pengerjaan teknis jalan tol. Sebelumnya, Presiden mendapat penjelasan tentang perkembangan pembangunan jalan tol ruas Bawen – Salatiga dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna. “Pembebasan lahan disetiap ruas dan seksi telah menapai 97-99 persen dan siap pengerjaan konstruksi. Insya Allah kita berharap tahun 2018 akhir, Jakarta-Surabaya sudah tersambung (tol) dilanjutkan kea rah Timur Surabaya-Banyuwangi tahun 2019 sudah selesai. Jadi tersambung dari ujung ke ujung di Jawa,” tegas Presiden.
Jokowi menyebut problem yang paling berat di ruas Bawen – Salatiga ini berhadapan dengan bukit-bukit (yang harus dipotong). Ada sekitar dua juta meter kubik tanah yang harus dipindahkan termasuk di Bukit Polosiri dan saat ini tinggal 140 ribu kubik. Sehingga diharapkan pengeprasan bukit Polosiri dapat segera rampung.
Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menegaskan pemanfaatan alat-alat berat terus dimaksimalkan untuk menyelesaikan pengerjaan ruas Bawen-Salatiga. Dia menyebut curah hujan yang tinggi di sekitar lokasi pengeprasan Bukit Polosiri menjadi kendala alam yang sulit diatasi. “Kita kejar penyelesaiannya dan pada saat Lebaran (tahun 2017) ini  sudah bisa dilalui. Kalau bisa operasional atau bahkan fungsional lah, “ papar Herry.
Gubernur Ganjar Pranowo yang juga hadir di acara itu meminta para kepala daerah yang wilayahnya dilewati jalan tol Semarang-Solo untuk kreatif membuat program pembangunan. Dengan begitu, diharapkan dapat menarik perhatian para pelintas dan mau berkunjung ke wilayahnya. “Seperti di Kota Salatiga, ada kekhawatiran orang hanya lewat saja dan tidak mampir. Harus menawarkan ide atau gagasan agar orang tertarik untuk menginap atau berkunjung kesana. Saya kira semua harus menyesuaikan dengan kondisi perubahan karena adanya jalan tol ini,” ujar Ganjar.(*/junaedi)