Selasa, 27 Juni 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 06 April 2017 14:27    PDF Cetak Surel
484 PESILAT REMAJA SELEKSI TIM POPNAS

DISKOMINFO-UNGARAN : Sebanyak 484 pesilat remaja dari 34 Kabupaten/Kota mengikuti Kejuaraan pencak silat terbuka yang digelar IPSI Pengprov Jateng. Kejuaraan yang juga dijadikan ajang seleksi pesilat yang akan berlaga di POPNAS 2017 itu dibuka oleh Kepala Dinas Dinpora Jateng Urip Sihabudin di GOR Wujil, Ungaran, Kamis (6/4) pagi.

Hadir pula pada acara itu Ketua KONI Jateng Hartono, Ketua IPSI Pengprov Jateng Hari Nuryanto dan Kepala Disdikbudpora, Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih.
Sekretaris Umum IPSI Pengprov Jateng Agus Supandito menjelaskan kejuaraan terbuka berlangsung 5-9 April dan akan mempertandingkan 23 nomor pertandingan  terdiri dari 17  nomor tanding dan enam nomor seni. “Kejuaraan dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi dan evaluasi hasil latihan para pesilat. Selain itu juga untuk pembentukan tim yang akan bertanding di POPNAS 2017 dan PON 2020 di Papua,” terangnya disela-sela acara pembukaan.
Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Urip Sihabudin mengatakan para pesilat harus tetap konsisten berlatih untuk menjaga identitas pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. “Jaga sportivitas dan lestarikan pencak silat sebagai identitas bangsa dengan terus berlatih,” kata Gubernur dalam sambutan tertulis berbahasa Jawa. Menurutnya, Jawa Tengah siap menjadi pusat kegiatan pencak silat tidak hanya ditingkat nasional namun juga internasional. Karenanya, kiprah para pesilat dalam berlatih dan bertanding akan sangat penting sebagai pendukung utamanya. Kegiatan bertaraf internasional, lanjutnya, juga akan dilaksanakan agar Pencak Silat sebagai perwujudan jati diri bangsa akan semakin dikenal masyarakat dunia. “Pencak Silat juga dapat membentuk pribadi yang tangguh, tanggap, tanggon dan tanggung jawab serta berakhlak baik sebagai bagian dari pembinaan generasi muda,” tegasnya.(*/junaedi)