Selasa, 27 Juni 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Rabu, 01 Maret 2017 15:14    PDF Cetak Surel
KOPERASI HARUS DIKELOLA SECARA MODERN

DISKOMINFO-BAWEN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bentuk usaha ekonomi masyarakat berbasis koperasi harus dikelola dengan manajemen modern. Tujuannya agar kegiatan koperasi yang dilakukan dapat mensejahterakan anggotanya. “Koperasi harus bisa mensejahterakan anggota. Makin banyak anggota (koperasi) makin kuat tapi perlu pengelolaan yang modern,” tulis Gubernur usai meninjau koperasi karyawan PT Apac Inti Corpora (AIC) di Bawen, Rabu (3/1) siang.


Ikut menyertai kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rahmawati, Bupati Semarang H Mundjirin, jajaran pejabat Provinsi Jateng yang terkait, Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso, Kajari Kabupaten Semarang Nanang Gunaryanto dan pejabat lainnya.
Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo juga menggelar dialog dengan para pelaku koperasi dan UMKM Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran. Saat dialog, Ganjar menegaskan bahwa koperasi adalah unit usaha yang bisa mensejahterakan anggotanya. Syaratnya, harus dikelola dengan penuh konsentrasi untuk meraih keuntungan demi kesejahteraan bersama. “Para pengelola perlu dilatih dan ditingkatkan kapasitas pemikiran bisnisnya. Sehingga koperasi dapat berjalan dengan baik,” tegas Ganjar.
Dicontohkan, kinerja koperasi di Singapura dan Finlandia yang sangat tinggi dengan jumlah anggota yang banyak mampu bersaing dengan korporasi murni. Jika seluruh petani di Jawa Tengah bersatu dalam koperasi, katanya mengibaratkan, maka bisa mengatur harga gabah kering panen. Gubernur  mengakui masih diperlukan inkubator bisnis bagi sebagian koperasi untuk meningkatkan kinerjanya. Sehingga mampu bersaing dalam usaha mendapatkan keuntungan.
Sementara itu Bupati Semarang H Mundjirin saat laporan mengatakan saat ini ada 454 koperasi di Kabupaten Semarang. Sebelumnya, ada 227 koperasi yang telah dibekukan izin operasionalnya dan saat ini sedang diusulkan seratus lainnya untuk dihentikan kegiatannya. “Saat ini koperasi di Kabupaten Semarang telah membina setidaknya 11 ribu UMKM,” katanya.
Pada rangkaian acara dialog itu, Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan kredit mitra 25 dari bank Jateng kepada lima orang pelaku UMKM di Kabupaten Semarang.(*/junaedi)