Rabu, 23 Agustus 2017
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Selasa, 07 Februari 2017 19:13    PDF Cetak Surel
BATIK KRESNA JADI CIRI KHAS BARU KALIWUNGU

DISKOMINFO-KALIWUNGU : Khasanah batik khas Kabupaten Semarang bertambah satu lagi. Setelah batik Gedongsongo yang menjadi seragam banyak kalangan di Bumi Serasi setiap hari Rabu, kini muncul satu kreasi baru. Adalah batik “Kresna” yang menjadi seragam khas para kades, perangkat desa dan aparatur sipil negara (ASN)  se Kecamatan Kaliwungu mulai mendapat perhatian. “Batik Kresna adalah kreasi warga asli Desa Siwal Kaliwungu yang kiprahnya telah diakui bahkan tingkat internasional. Batik tulis bermotif tokoh pewayangan Batara Kresna menjadi penanda geliat industri kreatif warga,” terang Camat Kaliwungu Otter Sukamto usai apel bersama pencanangan batik Kresna menjadi ciri khas Kecamatan Kaliwungu yang dilaksanakan di lapangan Desa Siwal, Selasa (7/2) siang.


Pencanangan ditandai dengan penyerahan surat keputusan Camat Kaliwungu Nomor 138/003/2017 tanggal 17 Januari 2017 tentang penetapan seragam batik Kresna Kaliwungu bagi ASN, Kades dan perangkat desa se Kecamatan Kaliwungu oleh Camat Otter Sukamto kepada Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Diserahkan pula selembar kain batik “Kresna” yang diterima dengan sukacita oleh Wabup Ngesti Nugraha.
Menanggapi munculnya batik berciri khas baru di Kaliwungu ini, Wabup Ngesti Nugraha menegaskan Pemkab Semarang akan berupaya membantu warga pengrajin batik untuk mengembangkan usahanya. “Sudah ada industri batik skala kecil dan menengah di Gemawang Jambu dan Susukan Ungaran yang mendapat dukungan dari Pemkab Semarang. Baik Kresna ini akan kita upayakan dapat tersebar merata di wilayah Kabupaten Semarang,” terangnya.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu mendapat perhatian adalah mempatenkan desain atau motif batik asli buatan warga tersebut. Setelah itu, akan dibantu untuk promosi produk agar dikenal khalayak. “Pembuatan galeri untuk memajang berbagai batik khas Kabupaten Semarang juga akan kita bahas dan bisa saja dilaksanakan. Kita juga fasilitasi para pengrajin batik untuk mengakses kredit perbankan dengan bunga rendah,” tambah Ngesti lagi.
Camat Otter Sukamto menambahkan proses pembuatan motif batik “Kresna” melibatkan peran praktisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. “Sedangkan pembuat kain batiknya adalah pasangan suami istri yang sebelumnya merupakan tenaga trampil di produsen batik terkenal di Solo. Sang istri itu kembali ke tempat kelahirannya di Dusun Granjeng Desa Siwal dan memulai usahanya sendiri di sini,” papar Otter.
Kades Siwal, Parnu menerangkan batik “Kresna” merupakan produk buatan batik berlabel “Cahaya Baru” yang dikelola pasangan suami istri Yono (40) dan Sumirah (38). “Mereka baru satu tahun ini berkiprah membuat batik di Desa Siwal. Sebelumnya bekerja di pabrik batik ternama di Solo. Kita berharap usaha mereka dapat mengangkat potensi dan nama Desa Siwal,” katanya polos.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju