Sabtu, 21 Oktober 2017
Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 02 Februari 2017 12:51    PDF Cetak Surel
RUANG SIDANG PERADILAN ANAK MASIH KURANG

DISKOMINFO-UNGARAN : Kepala Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah DR Nommy HT Siahaan SH MH mengakui masih banyak pengadilan negeri (PN) di Jawa Tengah yang belum memiliki fasilitas ruang sidang ramah anak yang memadai. Padahal berdasarkan UU Nomor 11 tahun 2012, anak yang tersangkut perkara pidana diamanatkan disidang di ruang sidang khusus anak. Selain itu ruang tunggu sidang anak dipisahkan dengan ruang tunggu sidang orang dewasa. “Saat ini yang memiliki fasilitas memadai dan ideal baru sekitar sepuluh persen dari 36 satker di lingkungan PT Jawa Tengah,” kata Nommy usai peresmian renovasi ruang sidang utama “Cakra” Pengadilan Negeri Ungaran di Ungaran, Kamis (2/2) siang.


Peresmian renovasi ruang sidang utama “Cakra” dan auditorium PN Ungaran ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua PT Jateng Nommy HT Siahaan disaksikan Ketua PN Ungaran Sunarso. Hadir pada acara itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, , Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso, Kajari Kabupaten Semarang Nanang Gunaryanto, Pabung Kodim 0714 Mayor Inf Rahmatullah, Ketua PA Kabupaten Semarang Hamdani, Kepala Lapas Ambarawa Priya Pratama BcIP dan undangan lainnya.
Pengadilan negeri yang dinilai telah memenuhi syarat ideal untuk menyelenggaarakan peradilan anak, kata Nommy, diantaranya PN Semarang dan PN Temanggung. Diakuinya secara umum  fasilitas pendukung di hampir seluruh PN masih kurang. Namun dia mengimbau segenap jajaran PN  untuk terus bekerja keras meningkatkan kinerja guna menunjang program peradilan yang agung (court of excellent) yang dicanangkan Mahkamah Agung.
Menurut Nommy, saat ini tuntutan masyarakat pencari keadilan adalah terselenggaranya peradilan yang cepat, berbiaya murah dan mengutamakan rasa keadilan. Kondisi itu menjadi tantangan bagi para hakim dan pegawai pengadilan negeri untuk memenuhinya dengan segala keterbatasan fasilitas pendukung. Dia tidak menampik jika ada pihak-pihak yang ingin membantu pengadilan negeri memenuhi kebutuhan pembangunan fasilitas fisik. “Asalkan bantuan (pihak ketiga) itu tidak mengikat dan tidak mengurangi kedaulatan atau independensi peradilan. Kami juga mengharapkan dukungan dari Pemkab Semarang jika memang ada program bantuan seperti itu,” tegasnya.
Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat sambutan berharap peningkatan mutu fasilitas fisik PN Ungaran ini dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. “Fasilitas pendukung ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat bekerja sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Ngesti.
Sementara itu Ketua PN Ungaran Sunarso menjelaskan dengan tambahan dua fasilitas fisik ini akan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja jajaran PN Ungaran. Saat ini, terangnya, ada tiga ruang sidang (dewasa) dan satu ruang sidang anak dalam satu lingkungan yang tak terpisah. “Idealnya memang ruang sidang anak terpisah dari gedung induk Pengadilan Negeri. Namun kita akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sunarso.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju