Minggu, 26 Maret 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju


Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Rabu, 11 Januari 2017 12:59    PDF Cetak Surel
350 PENYANDANG TUNA NETRA TERIMA AL QUR’AN BRAILLE

DISKOMINFO-UNGARAN : Rasa senang terpancar dari raut muka Ade Kurniawan (31), warga Dusun Pongangan Desa Samirono Getasan Kabupaten Semarang. Ayah tiga anak penyandang  tuna netra ini baru saja menerima bantuan Al Qur’an digital berhuruf braille dari Yayasan Syekh Ali Jaber Jakarta. Selain dia, ada pula  349 penyandang tuna netra lainnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang menerima bantuan serupa. “Saya senang menerima bantuan ini yang akan memudahkan saya belajar Al Qur’an. Sebelumnya mempelajari kitab suci dari mendengar saja,” terang suami dari Murwiyati ini.
Penyerahan Al Qur’an digital huruf braille itu dilakukan oleh Syekh Husaiin Jaber adik Syekh Ali Jaber Imam Masjid Nabawi Madinah. IKut mendampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nurhadi Amiyanto MED, Bupati Semarang H Mundjirin, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang HM Saerozi, direktur Lazismu Kabupaten Semarang sekaligus pembina difabel center H Zaenal Abidin dan undangan lainnya di Gedung Pertemuan Muhammadiyah Jl Ki Sarino Mangunpranoto Ungaran, Rabu (11/1) siang.


Ketua Divisi Al Qur’an Braille Digital Yayasan Syekh Ali Jaber Jakarta Drs Arif Prihadi MMTR menjelaskan pihaknya menyerahkan bantuan sebanyak 350 buah Al Qur’an braille digital kepada para penyandang tuna netra anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) di Jawa Tengah. “Secara total kami telah menyalurkan bantuan kurang lebih 5 ribu Al Qur’an braille digital ini kepada para tuna netra di seluruh tanah air. Data dari Kementerian Sosial ada kurang lebih 1,8 juta penyandang tuna netra sehingga masih dibutuhkan banyak lagi bantuan dari para donatur,” katanya.  
Dia berharap bantuan Al Qur’an braille digital itu dapat dimanfaatkan para penyandang tuna netra untuk lebih tekun mempelajari dan memahami kitab suci Umat Islam itu. Yayasan Syekh Ali Jaber, tambah Arif, mendorong para penyandang tuna netra untuk mempelajari dengan tekun dan bahkan menghafal Al Qur’an. Pihaknya akan memberikan penghargaan berupa fasilias ibadah umroh gratis bagi para penyandang tuna netra yang mau dan bisa menghafal Al Qur’an. “Pengalaman kami ada penyandang tuna netra penerima bantuan yang mampu menghafal lima jus Al Qur’an dalam waktu enam bulan. Hal ini bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya untuk mau menghafal Al Qur’an.” ujarnya lagi.
Kepala Dinas Sosial Jateng Nurhadi Amiyanto yang mewakili Gubernur Jateng mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan para penyandang tuna netra untuk mempelajari Al Qur’an dalam bentuk digital berhuruf braille. “Alat ini dapat membantu para tuna netra untuk lebih baik lagi mempelajari Al Qur’an,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Semarang H Mundjirin segendang sepenarian. Menurutnya langkah Yayasan Syekh Ali Jaber membantu para penyandang tuna netra mempelajari Al Qur’an lewat piranti digital berhuruf braille layak didukung semua pihak. “Kami menghargai langkah yayasan untuk memudahkan para tuna netra belajar Al Qur’an. Bantuan perangkat ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima agar lebih memahami kitab suci Al Qur’an,” tegas Bupati.(*/junaedi)