Selasa, 27 Juni 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Ditulis oleh DISKOMINFO KAB SEMARANG    Kamis, 05 Januari 2017 15:13    PDF Cetak Surel
SEPULUH DESA TERIMA GANTI RUGI LAHAN JALAN TOL

DISKOMINFO-BERGAS : Sebanyak sepuluh desa menerima ganti rugi berupa uang tunai untuk  pembebasan lahan tanah kas desa yang terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi III dan IV. Penyerahan buku tabungan Bank Jateng sebagai rekening penerimaan dilakukan oleh Bupati Semarang H Mundjirin langsung kepada para kepala desa di ruang pertemuan the Wujil Resort Bergas, Kamis (5/1) siang.


Bupati Semarang H Mundjirin saat sambutan meminta para kepala desa untuk memanfaatkan uang ganti rugi yang diterima dengan baik. “Gunakan sebaik-baiknya dan jangan sampai terjadi pelanggaran hukum. Beberapa kasus hukum yang terjadi terkait pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol dapat dijadikan pelajaran agar berhati-hati,” tegas Bupati.
Sekretaris Panitia pengadaan tanah (P2T) jalan tol Semarang-Solo di Kabupaten Semarang Supriyono menjelaskan total dana ganti rugi pembebasan lahan pembangunan jalan tol berupa tanah kas desa di sepuluh desa itu sebesar Rp 41.780.591.720,oo. Dengan pembayaran ganti rugi itu, jumlah lahan yang terbebaskan semakin bertambah dan hampir rampung seluruhnya.
Sampai dengan minggu pertama Bulan Januari 2017, lanjut Supriyono, pembebasan lahan di seksi III ruas Bawen-Salatiga telah mencapai 99 persen untuk bidang dan 98,6 persen untuk luasan. Sedangkan di seksi IV ruas Salatiga-Boyolali yang melewati wilayah Kabupaten Semararang telah diselesaikan pembebasan lahan sebanyak 97 persen untuk luasan dan 94 persen untuk bidang.  “Kita mentargetkan seluruh lahan terdampak tol dapat selesai dibebaskan dan dibayar ganti ruginya pada akhir Bulan Januari ini,” terangnya. Pihaknya telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 27 miliar untuk membayarkan ganti rugi kepada warga terkena proyek (WTP).
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan tol Semarang-Salatiga Heru Budi Prasetya yang dihubungi per telepon menambahkan luasan lahan yang dibebaskan di Kecamatan Tuntang adalah Desa Delik sebanyak dua bidang seluas 4.348 meter persegi, Tlogo (3 bidang, 695 meter persegi) dan Tuntang (1 bidang, 2.089 meter persegi). Di Kecamatan Tengaran yakni Desa Tegalwaton (12 bidang, 15.693 meter persegi) dan Barukan (10 bidang, 27.723 meter persegi). Di Kecamatan Kaliwungu ada di Desa Payungan (2 bidang, 14.569 meter persegi) dan Desa Jetis (9 bidanga, 32.252 meter persegi). Sedangkan di Kecamatan Susukan ada di Desa Koripan (13 bidang, 18.103 meter persegi) dan Desa Susukan (7 bidang, 15927 meter persegi). Terakhir Di Desa Kebowan Kecamatan Suruh (2 bidang, 4.003 meter persegi). (*/junaedi)