Selasa, 19 Desember 2017
Ditulis oleh Humas dan Protokol    Jumat, 23 Desember 2016 16:54    PDF Cetak Surel
SILTAP NAIK, PERANGKAT DESA DIIMBAU TINGKATKAN PELAYANAN

HUMAS-BANDUNGAN : Kabar baik bagi para kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Semarang. Pada tahun 2017 mendatang, Pemkab Semarang merencanakan untuk menaikkan besaran penghasilan tetap (siltap) para pelaku pemerintahan desa itu. “Kalau (siltap) sudah naik tentu akan menambah kesejahteraan para perangkat desa termasuk kepala desa. Saya mengimbau bapak ibu sekalian untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada warga desa,” tegas Wakil Bupati (Wabup) Semarang Ngesti Nugraha pada acara pembinaan perangkat desa se Kecamatan Bandungan dan Ambarawa di Balai Desa Jetis Bandungan, Jum’at (23/12) sore.

Dikatakan lebih lanjut oleh Wabup, meski pos pendapatan di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Semarang tahun 2017 mengalami penurunan namun Pemkab Semarang tetap berencana menaikkan kesejahteraan perangkat desa. Hal itu sejalan dengan program kerja Pemkab Semarang untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebab diyakini dengan pendapatan yang lebih baik, para perangkat desa akan mau bekerja lebih baik lagi. “Sesuai rencana, penghasilan tetap kepala desa akan naik menjadi Rp 3 juta perbulan dan perangkat desa naik menjadi Rp 1,5 juta. Itupun masih ditambah (hasil) bengkok,” terang Ngesti yang didampingi anggota Komisi A DPRD Kabupaten Semarang Nafis Munandar, Kepala Bapermasdes Yosep Bambang Trihardjono, Camat Bandungan Nanang Septyanto dan Camat Ambarawa Haris Pranowo.
Ditambahkan, peningkatan jumlah alokasi dana desa dari Pemkab Semarang dan dana desa dari Pemerintah Pusat  ke desa juga membutuhkan kerja keras dan konsentrasi tinggi para perangkat desa. Terutama untuk perencanaan penganggaran, pelaksanaan maupun penyusunan laporan pertanggungjawaban. Karenanya, penambahan besaran siltap bagi perangkat desa diharapkan dapat menjadi pendorong semangat dan motivasi mereka untuk bekerja all round.
Menyinggung tentang pembangunan infrastruktur jalan desa, Wabup menjelaskan pada tahun  2017 mendatang akan dilakukan pendataan jalan poros desa dan kemungkinan peningkatan statusnya menjadi jalan kabupaten. “Nantinya, perbaikan jalan poros desa yang tidak memenuhi kriteria sebagai jalan kabupaten menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah desa,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu pula, Wabup Ngesti Nugraha menyampaikan rencana Pemkab Semarang menata kawasan wisata Bandungan pada tahun 2017. Rencana itu menurut Wabup harus menjadi komitmen segenap pemangku kepentingan di Bandungan untuk menciptakan situasi dan kondisi yang lebih baik dibandingkan saat ini. Penataan kawasan wisata Bandungan antara lain akan mensasar para pedagang kaki lima. Secara prinsip, menurut Ngesti, Pemkab Semarang tidak akan menggusur para PKL tersebut. Namun akan mengatur ulang agar lebih rapi dan tertib agar tidak mengganggu lalu lintas kendaraan bermotor yang melintas di kawasan wisata Bandungan.
Camat Bandungan Nanang Septyanto saat sambutan pembukaan menjelaskan kegiatan pembinaan perangkat desa se Kecamatan Bandungan dan Ambarawa ini diikuti oleh 133 orang perangkat. Sebanyak 117 orang perangkat desa berasal dari Kecamatan Bandungan dan 16 orang lainnya berasal dari dua desa di Kecamatan Ambarawa. “Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Semarang. Diharapkan lewat pembinaan ini kinerja para perangkat desa akan lebih meningkat dan bermuara pada kesejahteraan bersama,” ujarnya.(*/junaedi)

 
 

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju