Rabu, 22 Februari 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju


Ditulis oleh Humas dan Protokol    Jumat, 09 September 2016 13:46    PDF Cetak Surel
RSUD AMBARAWA JADI MODEL RUMAH SAKIT RAMAH ANAK

HUMAS-UNGARAN : Dinilai mampu menerapkan dan mengembangkan pola pelayanan yang ramah terhadap kebutuhan anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa dijadikan model rumah sakit ramah anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Benar, RSUD Ambarawa akan dijadikan model rumah sakit ramah anak oleh Kementerian PPPA. Hal itu berdasarkan pengamatan langsung oleh Menteri PPPA saat kunjungan langsung di RSUD Ambarawa pada hari Kamis (8/9) kemarin,” terang Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan  (BKBPP) Kabupaten Semarang Romlah disela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jum’at (9/9) pagi.

Hadir pada acara itu Menteri PPPA Prof DR Yohana Yembise PhD, sekretaris Menteri PPPA DR Wahyu Hartomo, Deputi Menteri PPPA Bidang Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu, Deputi Menteri PPPA bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny Nurhayanti, Bupati Semarang H Mundjirin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua PMI Jawa Tengah  Imam Triyanto MPH, Forkompinda Kabupaten Semarang, Ketua PMI Kabupaten Semarang Hj Bintang Narsasi Mundjirin dan undangan lain serta ratusan siswa SD, SMP dan SMA.
Ditambahkan oleh Romlah, salah satu indikator yang dimiliki RSUD Ambarawa adalah suasana lingkungan rumah sakit yang membuat nyaman perasaan anak. “Ketika memasuki lingkungan rumah sakit, anak merasa nyaman dan tidak terintimidasi. Jadi tidak ada rasa takut karena seragam dokter dan tenaga medis lain yang menyenangkan, penggunaan selang dan jarum infus yang juga tidak menakutkan anak. Ini menjadi titik penting di RSUD Ambarawa,” terangnya.
Menteri PPPA Yohana Yembise kepada wartawan menyatakan bahwa lingkungan dan pelayanan di RSUD Ambarawa memang dirasakan ramah anak. Namun diakui masih ada hal-hal yang perlu dibenahi agar benar-benar membuat nyaman anak. “Hasil kunjungan ke Puskesmas dan rumah sakit (umum daerah Ambarawa) memang sudah ramah anak. Namun masih ada yang harus dibenahi dan Kementerian PPPA akan melakukan pendampingan,” ujarnya Yohana.
Menteri yang tampak selalu akrab dengan anak-anak ini berharap Puskesmas dan rumah sakit yang sudah menerapkan pola pelayanan ramah anak ini dapat menjadi model percontohan lembaga sejenis lainnya. “Kita mentargetkan pada tahun 2030 sudah menjadi Indonesia layak anak,” tegas Yohana lagi.
Sementara itu Bupati Semarang H Mundjirin mengutarakan Pemkab Semarang akan terus memegang komitmen menjadikan seluruh Puskesmas dan RSUD yang ada sebagai tempat pelayanan kesehatan ramah anak. “Nantinya akan disediakan tempat khusus untuk bermain anak yang sakit dan yang sehat secara terpisah. Sehingga mereka nyaman saat dilingkungan rumah sakit,” jelasnya.
Menyinggung tentang kasus kekerasan terhadap anak maupun perdagangan orang atau anak, Bupati Mundjirin menegaskan di Kabupaten Semarang tidak ditemukan. Instansi terkait, lanjutnya, secara kontinu melakukan sinergitas program kerja untuk mencegah terjadinya kasus-kasus tersebut.
Pada kesempatan itu pula, Kementerian PPPA menyerahkan bantuan sebuah kendaraan bermotor roda empat dan sebuah sepeda motor untuk penanganan kasus kekerasan pada anak kepada Pemkab Semarang. Bantuan diserahkan langsung oleh Menteri Yohana Yembise kepada Bupati H Mundjirin. Diserahkan pula piagam penghargaan kepada Bupati H Mundjirin sebagai inisiator Kabupaten Semarang menuju Kabupaten Layak Anak.(*/junaedi)