Rabu, 26 November 2014

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko



Ditulis oleh Humas dan Protokol    Jumat, 27 September 2013 15:42    PDF Cetak Surel
IMAS RIZKI APRISA, PENDEKAR CILIK DARI NGOBO

HUMAS-UNGARAN : Kecil-kecil cabe rawit, itu ungkapan yang pas untuk menggambarkan sosok Imas Rizki Aprisa (9), atlet wushu andalan Kabupaten Semarang. Betapa tidak, badan kecilnya terselip diantara seratusan atlit yang mengikuti acara pelepasan kontingen ke Porprov ke- XIV Banyumas oleh Plh Bupati Semarang H Warnadi di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jum’at (27/9) pagi.

Meski bertubuh kecil, jangan ditanya prestasi bocah lugu siswa kelas IV SDN Wringin Putih 2 Bergas itu. Terakhir, Imas Rizki Aprisa meraih medali emas nomor tangan kosong (wubu quan) pada kejurnas wushu di Semarang tahun 2011 lalu. “Saya juga ingin meraih medali emas di Porprov nanti,” katanya polos saat ditanya target.
Didampingi pelatihnya, Wagiman, Imas Rizki bercerita menekuni olah raga wushu sejak usia empat tahun. Kala itu dia diajak berlatih wushu oleh teman-teman sekampungnya di perkumpulan yang berafiliasi pada sebuah kelenteng di Ambarawa. Salah satu nomor andalan yang dikuasainya adalah tangan kosong Chang quan dan Liang Shu.
Pelatih Wagiman menjelaskan potensi atlit wushu di Kabupaten Semarang sangat besar. Banyak atlit belia yang memiliki kemampuan menyerap pelajaran wushu dengan baik. Termasuk penguasaan teknik jurus dan keindahannya yang menjadi salah satu nomor penilaian. “Pada Porprov tahun ini kita mentargetkan meraih tiga medali emas dan satu perak. Lebih banyak dibandingkan pada Porprov 2009 yang meraih dua emas dan satu perak,” terangnya.

Bonus Rp 1 M
Sementara itu Pelaksana harian (Plh) Bupati Semarang H Warnadi menghimbau para atlit untuk berjuang maksimal saat Porprov yang akan berlangsung 8-13 Oktober di Banyumas. “Kita sudah menganggarkan di APBD berupa dana penghargaan untuk para atlit yang meraih medali emas. Semoga itu bisa menjadi penambah semangat untuk berprestasi,” tegasnya.
Besaran cadangan dana penghargaan untuk atlit berprestasi itu mencapai Rp 1 miliar. Peraih medali pada Porprov mendatang rencananya akan mendapat penghargaan antara Rp 7,5 juta hingga Rp 17,5 juta untuk kategori perorangan. Sedangkan untuk beregu antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. Sedangkan untuk pelatih sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta.
Warnadi menyindir tentang adanya beberapa atlit yang tergiur untuk pindah ke daerah lain dengan iming-iming bonus prestasi yang lebih besar. “Saya berharap para atlit tetap cinta Kabupaten Semarang yang telah membesarkan nama mereka. Jangan tergiur untuk pindah ke daerah karena kita akan terus meningkatkan perhatian pada atlit berprestasi,” tandas Warnadi.
Sementara itu Ketua umum KONI Kabupaten Semarang Nuryanto mengatakan target Kabupaten Semarang pada Porprov ke-XIV kali ini adalah masuk peringkat sepuluh besar. “Para atlet diharapkan dapat meraih 22 medali emas, 13 perak dan 22 perunggu. Target itu sangat realistis berdasar hasil evaluasi setiap cabang olah raga yang dipertandingkan,” terangnya.
Pada Porporov ke-XIV di Banyumas tahun ini, kontingen Kabupaten Semarang diperkuat oleh 145 atlit yang akan bertanding di 19 cabang olah raga. Diantaranya anggar, bola voli, wushu, menembak, biliar, tinju, dansa, atletik, judo, karate, sepatu roda, panjat tebing, pencak silat, tae kwon do, paralayang dan aeromodeling. Para atlit akan didampingi 45 orang pelatih dan 17 offisial.(*/junaedi)