Kamis, 27 November 2014

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko



Ditulis oleh Humas dan Protokol    Kamis, 02 May 2013 14:29    PDF Cetak Surel
BUPATI RESMIKAN NAMA ALUN-ALUN “BUNG KARNO”

HUMAS-UNGARAN : Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2013 tingkat Kabupaten Semarang di alun-alun Kalirejo, Kamis (2/5) pagi sedikit lebih   menarik. Pasalnya, pada kesempatan itu, Bupati Semarang H Mundjirin yang bertindak selaku inspektur upacara meresmikan penggunaan nama “Bung Karno” untuk alun-alun baru di dekat pintu keluar-masuk tol Ungaran-Semarang itu. Selain itu, gelanggang olah raga di Wujil diberi nama “Pandanaran”. “Semoga membawa manfaat bagi kita semua,” kata Bupati saat mengumumkannya kepada ratusan peserta upacara yang terdiri dari para siswa SD, SMP, SMA dan jajaran pendidikan.

Sementara itu Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Mundjirin menegaskan pendidikan menjadi vaksin dan elevator sosial untuk mengatasi masalah sosial dan meningkatkan status sosial masyarakat. “Tiga penyakit sosial yang dapat diatasi dengan vaksin pendidikan itu adalah kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan beradaban,” ujar Nuh.
Menurut Menteri, layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai prinsip pendidikan untuk semua (education for all). Pemerintah terus berupaya menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak terutama daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Diantaranya dengan menyelenggarakan program sarjana mendidik di daerah 3T, penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN), bantuan siswa miskin (BSM) dan bidik misi. “Pada tahun 2013 ini telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM,” tandas Nuh lagi.
Dikatakan pula oleh Menteri M Nuh, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pada tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, karena hanya dilaksanakan di kelas 1 hingga 4 sekolah dasar dan kelas 7 SMP serta kelas 10 SMA/SMK. Sedangkan pelaksanaan secara terbatas menyesuaikan kesiapan sekolah.
Pada sambutan itu pula, Menteri M Nuh juga menyampaikan permohonan maaf atas persoalan yang terjadi saat pelaksanaan ujian nasional SMA sederajat tahun pelajaran 2012/2013 lalu.
Usai upacara, Bupati H Mundjirin menyerahkan berbagai bantuan bea siswa dan aneka penghargaan untuk para pelaku pendidikan yang berprestasi.(*/junaedi)