Selasa, 23 Desember 2014

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko



Ditulis oleh Humas dan Protokol    Selasa, 19 Februari 2013 11:39    PDF Cetak Surel
DISDIK RENCANAKAN BEA SISWA RP 96 JUTA

HUMAS-UNGARAN : Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Semarang merencanakan alokasi dana bea siswa bagi siswa SD dan kurang mampu sebesar Rp 96 juta. Rencana itu merupakan sebagian hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2013 untuk kegiatan tahun 2014. “Rencana kerja Disdik tahun 2014 akan dibahas dalam forum bersama pemangku kepentingan lainnya. Hasil Musrenbang akan menjadi salah satu acuan untuk menentukan program kerja tahun mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Dewi Pramuningsih pada acara Forum SKPD Dinas Pendidikan di ruang pertemuan kompleks Perkantoran Suwakul Ungaran, Selasa (19/2) pagi.

Forum SKPD dibuka oleh Bupati Semarang H Mundjirin dan diikuti seratusan pejabat struktural dan fungsional Dinas Pendidikan serta undangan lainnya. Hadir pula Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang The Hok Hiong dan ketua Dewan Pendidikan Zaenal Abidin.
Berdasarkan hasil rekapitulasi musrenbang tahun 2013 untuk kegiatan tahun 2014 diketahui rencana pengembangan SMKN 1 Bawen senilai Rp 200 juta dan pengadaan SMA/SMK di Kecamatan Sumowono senilai Rp 700 juta. Sedangkan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sebelas desa yang tersebar di enam kecamatan direncanakan mendapat alokasi dana Rp 1,165 miliar. Selain itu juga direncanakan pengadaan alat permainan edukatif (APE) untuk berbagai PAUD serta rehab gedung SD. “Rencana itu masih akan dikoordinasikan, disinkronkan dan diintegrasikan untuk merumuskan rencana kerja tahun 2014,” jelas Dewi lagi.
Bupati H Mundjirin saat sambutan mengatakan kegiatan forum SKPD sangat penting dan efektif diawal tahun untuk mensinkronkan hasil musrenbang yang telah diperoleh. “Masukan dan pendapat dari para pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi landasan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dijelaskan oleh Bupati, pembangunan bidang pendidikan dinilai berhasil jika mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, mudah dan murah. “Biaya pendidikan yang dibebankan kepada masyarakat harus rasional dan hanya yang penting saja. Bahkan jika mungkin, masyarakat kurang mampu dibebaskan dari biaya pendidikan,” tegas Mundjirin.(*/junaedi)