Kamis, 02 Oktober 2014

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko



Ditulis oleh Humas dan Protokol    Rabu, 24 Oktober 2012 14:09    PDF Cetak Surel
WARGA PABELAN SADARI MANFAAT JALAN TOL

HUMAS-PABELAN : Sebagian warga Kecamatan Pabelan mengaku sadar manfaat pembangunan jalan tol Semarang-Solo Seksi III. Karenanya, mereka siap melepaskan hak atas kepemilikan tanahnya yang akan terkena proyek itu. “Saya menyadari pentingnya jalan tol. Asal ganti untungnya memadai, Saya rela melepaskan sawah yang akan dilewati jalan tol itu,” kata Margo Suyitno (71) warga RT 04 RW 6 Desa Sukohardjo disela-sela sosialisasi pengadaan tanah ruas jalan tol Semarang-Solo seksi III di aula Kecamatan Pabelan, Rabu (24/10) siang.

Hadir pada acara itu Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Semarang Bahrudin yang juga sebagai wakil ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T), perwakilan Kantor BPN, perwakilan TPT Jateng serta seratusan warga Desa Pabelan, Jembrak dan Sukohardjo Kecamatan Pabelan.
Sedangkan warga lainnya M Thohir (50) segendang sepenarian. Warga RT 3 RW 6 Sukohardjo yang tanah sawahnya telah dipasangi patok rencana jalan tol juga bersedia melepaskan hak miliknya. “Semoga ganti untungnya benar-benar menguntungkan,” ujarnya polos.
Sementara itu Wakil Ketua P2T Kabupaten Semarang Bahrudin saat sosialisasi menjelaskan pembangunan jalan tol Semarang-Solo merupakan bagian dari rencana jalan tol trans Jawa yang digagas Pemerintah Pusat. Khusus untuk seksi III ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 km, terangnya, akan melewati empat desa di Kecamatan Pabelan. Selain Desa Pabelan, Jembrak dan Sukoharjo, pembangunan jalan juga akan melintasi desa Ujung-Ujung. Kebutuhan tanah yang harus dibebaskan pada seksi ini mencapai 181,733 hektar. “Perkiraan harga tanah terkena proyek jalan tol akan dilakukan per bidang oleh tim appraisal independen. Jadi tidak dengan sistem blok seperti sebelumnya,” terangnya.
Dia berharap warga yang tanahnya akan terkena proyek jalan tol untuk legawa melepaskan hak kepemilikannya. Sebab, menurutnya, pembangunan jalan tol ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan umum.
Sedangkan perwakilan BPN Kabupaten Semarang, Irianto, menghimbau warga untuk tidak mudah terbujuk rayuan para makelar (broker) yang akan mengambil keuntungan pribadi. “Pemerintah tidak akan merugikan warga. Sebab ganti untung yang dibayarkan sudah termasuk penggantian tanah, tanaman produktif dan bangunan. Warga juga masih bisa memanfaatkan bongkaran bangunan dan tanaman meski telah diganti untung pemerintah,” tegasnya.(*/junaedi)