|
Ditulis oleh Humas dan Protokol
Jumat, 27 Juli 2012 23:37 |
|
|
|
|
|
WARGA DIHIMBAU JAGA TEPA SLIRA |
|
HUMAS-BRINGIN : Bupati H Mundjirin menghimbau warga masyarakat Kabupaten Semarang untuk menjaga sikap tepa slira atau saling menghargai antar sesama. Terlebih lagi saat Bulan Ramadhan seperti sekarang ini. “Jaga tepa slira dengan warga sesama muslim maupun yang lainnya. Jika berjualan makanan, misalnya, sebaiknya tidak terlalu mencolok dengan menutupi pakai korden. Jangan memaksa untuk menutup semua warung makan. Sebab tidak semua warga menjalankan ibadah puasa karena berbagai alasan,” kata Mundjirin saat acara tarawih dan silaturahim (tarhim) bersama masyarakat di Masjid Al Hasan Dusun Pondok Desa Sendang Bringin, Jum’at (27/7) malam yang berakhir sekitar sejam lalu.
Ditambahkan oleh Bupati, umat Islam diharapkan dapat mempertebal ukhuwah Islamiyah sesama muslim. Selain itu juga menghormati warga yang beragama lain. “Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kepekaan terhadap kondisi lingkungan diperlukan agar terjaga persatuan dan kesatuan umat,” tegasnya. Sikap saling menghargai dan menghormati itu, lanjutnya, dapat menjadi modal untuk membangun daerah demi kesejahteraan bersama. Menurutnya, sikap itu harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Dengan begitu diharapkan iklim kondusif daerah dapat terjaga terus. Pada kegiatan yang dimulai sejak petang menjelang buka puasa itu, Bupati H Mundjirin yang datang bersama istri dan para pimpinan SKPD juga melakukan dialog langsung dengan warga. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjama’ah 23 rekaat. Pada kesempatan itu pula, diserahkan berbagai bantuan langsung kepada masyarakat oleh Bupati. Diantaranya sepeda motor operasional bagi kepala desa se Kecamatan Bringin dan Bancak. Salah seorang warga, Mugiyono menyatakan salut atas kesediaan Bupati dan jajarannya melakukan safari tarhim ke desa-desa. Menurut warga RT 1/RW 4 Desa Lembu Bancak yang harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer untuk mengikuti tarhim ini, kegiatan semacam ini sangat diperlukan agar Bupati mengetahui kondisi nyata di desa. “Warga akan sangat senang jika Bupati mau berkunjung dan melihat langsung kondisi desa,” terangnya.(*/junaedi)
|