Senin, 20 Oktober 2014

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko



Ditulis oleh Humas dan Protokol    Selasa, 03 April 2012 15:37    PDF Cetak Surel
LPP JATENG TERENDAH DI TINGKAT NASIONAL

HUMAS-BAWEN : Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Dra Sri Murtiningsih MS mengatakan laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) rata-rata Jawa Tengah pada tahun 2011 tercatat 0,37 persen. Angka itu menurutnya merupakan LPP terendah di Indonesia. “Meskipun LPP sudah sangat rendah dan menuju Penduduk Tumbuh Seimbang/Penduduk Tanpa Pertumbuhan (PTS/PTP), masih diperlukan kerja keras petugas KB di lini lapangan untuk meningkatkan jumlah peserta KB baru,” tandasnya saat acara pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) lini lapangan se eks Karesidenan Semarang di Kampung Kopi Banaran, Bawen, Selasa (3/4) siang.


Acara pembinaan diikuti sekitar empat ratus petugas penyuluh KB yang tergabung dalam IPeKB. Hadir pula Bupati Semarang H Mundjirin dan Wakil Bupati Ir H Warnadi MM.
Dikatakan lebih lanjut oleh Sri Murtiningsih, keberadaan lembaga pengelola program kependudukan dan KB telah diperkuat dengan UU No 5/2009. Karenanya, kompetensi tenaga pelayanan KB harus terus ditingkatkan. Termasuk para tenaga penggerak masyarakat seperti PLKB, kader PPKBD serta penyuluh KB. “Kita bersyukur karena atas kerja keras semua pihak termasuk pelaksana lini lapangan, capaian perkiraan permintaan masyarakat peserta KB baru (PPM PB) tahun 2011 dapat tercapai 107 persen,” tandasnya. Keberhasilan itu, lanjutnya, juga merupakan dukungan dari TNI dan Polri yang aktif mensukseskan program KB.
Diingatkan pula, meski anggaran dari pemerintah pusat untuk kegiatan BKKBN tidak sebanyak tahun lalu namun program alat kontrasepsi gratis bagi keluarga miskin masih tetap ada. Termasuk didalamnya kontrasepsi implant yang harganya relatif mahal.
Pada kesempatan itu, Murtiningsih juga menyinggung tentang pelaksanaan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Dijelaskan, SDKI merupakan survey nasional yang dirancang untuk menyajikan informasi tingkat kelahiran, kematian, KB dan kesehatan. “Kegiatan ini bertujuan memberikan masukan untuk meningkatkan pengelolaan program KB Nasional dan program kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu Bupati H Mundjirin mengatakan peran penyuluh KB untuk mengajak pasangan usia subur (PUS) menjadi peserta KB harus lebih ditingkatkan. Terutama untuk peserta medis operasi pria maupun wanita (MOP/MOW). “Para penyuluh dapat berkiprah mencegah dan mengurangi angka kematian bayi dan ibu melahirkan dengan cara mengajak PUS menjadi peserta KB,” tegas Bupati.(*/junaedi)