Selasa, 27 Juni 2017

Berita dan Artikel

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LINK EKSTERNAL

jateng

bko


epju

Berita Utama
Ditulis oleh Humas dan Protokol    Kamis, 05 Februari 2015 14:47    PDF Cetak Surel
SARUNG BANTAL BAWEN DI EKSPORT KE AUSTRALIA

HUMAS-BAWEN : Jika Anda berwisata ke Australia dan menemukan sarung bantal bergambar tokoh wayang seperti punakawan semar gareng petruk bagong atau tokoh lainnya, sebaiknya jangan kaget. Bisa jadi sarung bantal itu buatan Nur Arifin (45), warga Lingkungan Wonorejo RT 02 RW X Kelurahan Bawen. “Memang benar, sejak tahun 2009 beberapa produk garmen saya termasuk sarung bantal, pakaian khas berhias bordir dan asesoris jenis syal telah diekspor ke Jerman, Jepang dan Australia,” terangnya saat ditemui di bengkel kerja yang menyatu dengan rumahnya, Kamis (5/2) pagi.

Selengkapnya
 
Ditulis oleh Humas    Jumat, 01 Juli 2011 09:35    PDF Cetak Surel
TMMD SENGKUYUNG ASPAL 1.500 KM JALAN DESA PADAAN

TMMDTNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I tahun 2011 di Desa Padaan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang berhasil menyelesaikan pengaspalan jalan desa sepanjang 1.500 meter yang menghubungkan tiga dusun di desa itu. Penutupan kegiatan TMMD kali ini ditandai dengan penyerahan kembali peralatan kerja oleh perwakilan TNI dan Masyarakat serta pemukulan kentongan oleh Bupati Semarang H Mundjirin yang menjadi inspektur dalam sebuah upacara di lapangan Desa Padaan, Selasa (21/6) pagi. Ikut menyaksikan Dandim 0714 Letkol JXB Nunes, Kapolres AKBP Drs Hariyanta MSi, Kajari Ambarawa Reskiana Ramayanti SH MH dan pimpinan daerah serta undangan lainnya.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0714 Salatiga Kapten Inf Totok Sumaryoto mengatakan pengaspalan jalan itu merupakan sasaran pokok kegiatan TMMD Sengkuyung Kabupaten Semarang tahun ini. “Jalan yang diaspal terdiri atas jalan desa sepanjang seribu meter lebar tiga meter yang menghubungkan Dusun Padaan dan Ngasinan serta jalan penghubung Dusun Karangguli dan Dusun Padaan sepanjang 500 meter lebar tiga meter,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, dilakukan penyemiran jalan Dusun Slemet-Dusun Cikalan sepanjang 1.500 meter lebar tiga meter. Sasaran fisik TMMD Sengkuyung kali ini juga menggarap pelebaran gorong-gorong kotak sebanyak tiga buah masing-masing panjang setengah meter dan diameter 0,40 meter di Dusun Padaan.
Ditambahkan, TMMD kali ini juga berhasil menyelesaikan penyemiran jalan sepanjang 600 meter lebar tiga meter di Dusun Ngasinan, penyemiran seratus meter jalan lebar tiga meter di dusun Cikalan serta pengaspalan jalan sepanjang 100 meter lebar tiga meter di Dusun Padaan.
Pengerjaan berbagai kegiatan yang berlangsung sejak awal Juni lalu itu, kata Pasiter, melibatkan unsur pelaksana dari Kodim 0714 Salatiga, Polres Semarang, DPU Kabupaten Semarang, anggota Linmas dan didukung penuh oleh masyarakat Desa Padaan. Total dana yang dianggarkan untuk mendukung kegiatan ini senilai Rp 342.076.500 berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang. Sedangkan sasaran non fisik yang dilaksanakan adalah penyuluhan berbagai aspek seperti bela negara, wawasan kebangsaan, kependudukan dan catatan sipil, ekonomi masyarakat, perikanan dan pertanian serta aneka ketrampilan dan hiburan rakyat.
Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam sambutan tertulis yang dibacakan inspektur upacara mengatakan TMMD yang telah berhasil membuka daerah terisolir merupakan hasil kerja keras TNI/Polri, pemerintah dan masyarakat. “Keberhasilan itu mampu membukan akses transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan roda perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur.
Dikatakan, program TMMD sangat mendukung pembangunan kewilayahan yang dilaksanakan secara lintas sektoral yang mampu mewadahi kepentingan masyarakat pedesaan. Lewat TMMD pula, kata Bibit, mampu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh. “Kegiatan TMMD merupakan kegiatan nyata mendukung gerakan bali ndesa mbangun desa yang harus terus disinergikan dan didukung semua pihak untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pungkas Gubernur.(*/ed)

 
Ditulis oleh Humas    Jumat, 01 Juli 2011 09:34    PDF Cetak Surel
FARHAN NUR AZIS WAKIL KE JUMBARA NASIONAL

jumbaraHUMAS-UNGARAN : Farhan Nur Azis, anggota palang merah remaja (PMR) yang juga siswa kelas VI SD Islam Istiqomah Ungaran mewakili Kabupaten Semarang pada acara Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) ke VII di Provinsi Gorontalo Sulawesi yang akan berlangsung 3-10 Juli mendatang. “Farhan merupakan anggota PMR terbaik tingkat Mula di Kabupaten Semarang dan menjadi duta ke pertemuan PMR tingkat nasional itu,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Semarang Drs Machrus Apt usai beraudiensi dengan Bupati H Mundjirin di VIP Room Bupati Semarang di Ungaran, Senin (27/6) siang.
Ikut mendampingi, orang tua Farhan yakni Badruzaman dan Sutrismi, wakil kepala SD Islam Istiqomah bidang kesiswaan Basuki dan bidang kurikulum Maskur.
Bupati Semarang H Mundjirin saat menerima audiensi mengatakan kegiatan PMR sangat tepat untuk menumbuhkan sikap gotong royong sejak dini kepada generasi muda. “Sikap gotong royong merupakan jati diri bangsa yang harus dilestarikan. Lewat kegiatan PMR ini, dapat dibangun sikap tolong menolong para siswa sejak sekolah dasar,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati menyematkan pin tanda anggota PMR di dada sebelah kanan Farhan
Dijelaskan oleh Machrus, Kabupaten Semarang mendapat jatah satu orang wakil PMR Mula atau PMR di tingkat sekolah dasar untuk mendukung kontingen PMR Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penilaian kegiatan Jumbara Kabupaten Semarang tahun 2010 di Tengaran beberapa waktu lalu, Farhan dinilai layak menjadi anggota kontingen Jawa Tengah dan mengikuti Jumbara tingkat nasional tersebut. Selama sebulan, lanjutnya, Farhan mengikuti pelatihan di pusdiklat PMI Jawa Tengah di Ngawen untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya.
Diakui, keberadaan PMR sangat mendukung peran dan fungsi PMI terutama saat pertolongan pertama pada kecelakaan. Karenanya, PMI menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan para pengusaha untuk menularkan ketrampilan kepalangmerahan untuk mengantisipasi dan memberikan pertolongan pertama saat kecelakaan di sekolah dan perusahaan. “Kami memiliki 20 tenaga pelatih kepalangmerahan yang siap membantu pelatihan tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Waka kesiswaan SD Islam Istiqomah Ungaran, Basuki menjelaskan kegiatan PMR menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang diminati siswa. Saat ini setidaknya ada dua kelompok PMR setingkat peleton yang aktif berlatih dibawah bimbingan pelatih dari PMI Cabang Kabupaten Semarang. “PMR dipilih sebagai bagian dari pendidikan sikap gotong royong kepada siswa. Sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama,” jelas Basuki.(*/ed)