Jam

Ulti Clocks content

PENGEMBANGAN USAHA SAPI

PENGEMBANGAN USAHA SAPI


Nilai Investasi: Rp. 5.000.000.000,


Kapasitas Peluang Potensi: pengelolaan modern / pengembangan usaha terpadu dan intensif peterrnakan sapi untuk peningkatan produksi ternak sapi dan kesejahteraan peternak.

Lokasi: Kecamatan Tengaran, Getasan, Bringin, Tuntang, dan Susukan.

Sarana Pelaksana Pendukung : Jalan, listrik, telepon, air, angkutan, tenaga kerja.

 

 

Promosi dan Kerjasama yang diperlukan :

-     Permodalan : Pembiayaan pengembangan dan pengelolaan oleh pihak investor.

-     Teknologi : Desain budidaya tersedia, teknologi pengembangan oleh pihak investor.

-     Pemasaran : Pemda dan investor.

 

Kondisi iklim mikro sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang cukup sejuk dan sesuai bagi pengembangan budidaya peternakan sapi. Terdapat beberapa kawasan sentra peternakan sapi perah maupun sapi potong tersebar di 11 Kecamatan.


Data sentra peternakan sapi perah tahun 2010 dan jumlah populasi sebanyak 30.585 ekor berada di:

  1. Kecamatan Getasan          =  12.658 ekor
  2. Kecamatan Tuntang          =    4.696 ekor
  3. Kecamatan Ungaran          =    5.687 ekor
  4. Kecamatan Tengaran        =    6.985 ekor
  5. Kecamatan Pabelan          =       559  ekor

 

Data sentra peternakan sapi potong tahun 2008 dan jumlah populasi sebanyak 32.641 ekor berada di:

  1. Kecamatan Ambarawa      =  3.288 ekor
  2. Kecamatan Jambu            =  4.115 ekor
  3. Kecamatan Banyubiru       =  3.396 ekor
  4. Kecamatan  Getasan         =  6.254 ekor
  5. Kecamatan Suruh              =  4.256 ekor
  6. Kecamatan  Pabelan         =  3.125 ekor
  7. Kecamatan Bringin           =  4.411 ekor
  8. Kecamatan  Bancak          =  3.796 ekor

 

Untuk produksi sapi perah berupa susu, Kabupaten Semarang termasuk dalam daerah potensial pengembangan sapi perah atau dikenal dengan JALUR SUSU dan telah berdiri pabrik pengolahan susu “CITA NASIONAL” di Kecamatan Getasan. Petani susu menyerahkan hasil perahannya ke KUD selanjutnya disetorkan ke pbarik pengolahan susu. Panjangnya rantai pengangkutan susu sebelum diolah di pabrik menjadikan pendapatan petani susu tidak berkembang.

 

Produksi  susu sapi rakyat lima besar Kabupaten Semarang adalah di Getasan 13.585.894 liter, Tengaran 1.565.423 liter, Ungaran 1.296.358 liter, Tuntang 1.205.862 liter, Jambu 776.826 liter.

 

Sedangkan konsumsi protein hewani daging sapi dan susu penduduk Kabupaten Semarang Tahun 2005 mengalami sedikit penurunan karena merebaknya penyakit pada hewan. Namun dengan demikian tidak mempengaruhi produksi sapi karena ternyata penduduk semakin menyadari arti pentingnya kebutuhan protein hewani untuk kesehatan tubuh. Hal tersebut dapat di lihat dari naiknya sekala usaha peternakan sapi yang mendukung ketersediaan pangan protein hewani sebesar 2. 524 ekor atau 2,67% di banding tahun 2004. Untuk memenuhi konsumsi daging sapi, di Kabupaten Semarang terdapat 5 rumah potong hewan (RPH) yaitu, Ambarawa, Ungaran, Tuntang, Tengaran, Suruh