Senin, 06 September 2010

WAKIL BUPATI

 
Hj. SITI AMBAR FATHONAH

FASILITAS WEB

Download

LINK CEPAT

 

  

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini517
mod_vvisit_counterKemarin389
mod_vvisit_counterMinggu Ini517
mod_vvisit_counterBulan ini2814
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan276968
http://www.semarangkab.go.id
GUBERNUR TARGETKAN JATENG GO ORGANIK 2010 PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 November 2009 - 05:44:06 WIB
HUMAS-BANDUNGAN : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertekad melaksanakan pertanian yang berbasis organik pada tahun 2010 nanti. “Tidak mudah memang melaksanakan pertanian organik, tapi kita bertekad memprogramkan pertanian Go Organik yang sesuai dengan visi “Bali ndeso Mbangun Deso” untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Gubernur saat pertemuan nasional program pupuk organik sampah pasar di Hotel Rawa Pening Bandungan, Selasa (17/11) sore.

Pertemuan yang digagas oleh salah satu lembaga perbankan swasta itu diikuti oleh perwakilan 32 Kabupaten / Kota se Indonesia yang melaksanakan program pengolahan sampah pasar menjadi pupuk organik. Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah dan mantan Menteri Keuangan yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Mar'ie Muhammad.
Ditambahkan oleh Gubernur, saat ini istilah pupuk bagi para petani selalu identik dengan “urea”. Lewat gerakan penggunaan pupuk organik ini para petani akan mengubah pandangannya dan memiliki pilihan penggunaan pupuk. “Penggunaan pupuk organik yang semakin banyak dan meluas akan menjadikan mutu lahan pertanian lebih baik dan lebih subur,” katanya lagi.
Buktinya, pada tahun 2008 Jawa Tengah mengalami surplus produksi padi yang mencapai 2,5 juta ton serta peningkatan ekonomi sebesar 5,6 persen.
Berbagai potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pertanian organik, lanjut Gubernur, seharusnya diberdayakan untuk memberikan kebaikan bagi para petani. Bibit juga menghimbau para sarjana pertanian untuk kembali ke desa mendampingi dan membina para petani dan peternak.
Pembinaan yang tepat tentang pola pertanian ramah lingkungan akan menghasilkan produk pertanian yang bermutu sekaligus meningkatkan pendapatan para petani. “Pengembangan pupuk kompos dari sampah pasar masih memerlukan dukungan dari kita semua. Bantuan dari Yayasan Danamon Peduli sebanyak 13 mesin pengolah sampah masih kecil dibandingkan jumlah Kabupaten/Kota yang ada. Tapi yang lebih penting kepeduliannya,” tegas Bibit.
Sedangkan Mar’ie Muhammad menjelaskan program nasional pengolahan sampah pasar menjadi kompos memang banyak dialokasikan di Jawa Tengah. “Kami melihat komitmen Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di sini sangat tinggi untuk membangun desa. Program ini akan terus berkembang dan berlanjut,” pungkasnya.(*/Junaedi)
 

www.semarangkab.go.id © 2006-2008 PDE Kabupaten Semarang

Update berita oleh PDE & Humas Kabupaten Semarang