| MENGENALKAN INTERNET PADA ANAK |
|
|
|
| Sabtu, 17 Mei 2008 - 10:02:36 WIB | |
|
Teknologi internet telah menjadi hal lumrah saat ini. Berbagai sektor kehidupan bahkan hampir tidak dapat dipisahkan dari teknologi informasi dan komunikasi ini. Tidak terhindarkan adalah penggunaan internet di kalangan siswa sekolah termasuk sekolah dasar. Orang tua perlu bijaksana mengenalkan teknologi ini pada anak. Sebab ada bahaya mengancam dibalik berbagai kemudahan yang ditawarkan. Salah satu situs berita di internet mengabarkan seorang siswa SD ketahuan oleh guru memiliki video porno dalam ponselnya. Dari mana seorang anak kecil mendapat material dewasa itu? Pertanyaan itu mungkin dapat mudah dijawab jika kita melihat bertebarannya warung internet (warnet) di lingkungan kita. Ya, teknologi internet telah menggurita dan mewarnai segenap aspek kehidupan. Termasuk kebutuhan mendapatkan informasi dan hiburan. Tidak hanya bagi orang dewasa, namun siswa sekolah dasarpun telah mengenal dan memanfaatkannya meski seringkali hanya untuk mendapatkan kesenangan. Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat dewasa ini telah memunculkan kekhawatiran diantara para orang tua dan guru akan ekses pada anak-anak. Kemudahan untuk mendapatkan akses atau sambungan langsung ke internet bahkan didapat semudah membeli sebungkung kembang gula. Bukan pemandangan yang asing saat ini melihat serombongan siswa berusia dibawah dua belas tahun berkumpul di sebuah warnet. Sebagian besar mereka bermain game on line hingga berjam-jam. Tidak sedikit pula yang mengakses berbagai alamat situs di internet. Fenomena ini minimal membawa dua pemikiran yang kontradiktif. Disatu sisi, pengenalan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sejak usia dini merupakan “starting point” baik. Dari tinjauan pembelajaran, mengenalkan konsep digital kepada anak akan menyiapkan mereka menghadapi perkembangan masa depan yang semakin diwarnai ketergantungan pada teknologi. Kondisi ini bukannya tanpa syarat. Bimbingan dan pembinaan oleh orang yang lebih dewasa termasuk orang tua sangat diperlukan. Sebab pada titik inilah, dilaksanakan peletakan dasar pola pikir (mind set) bagi si anak tentang keberadaan dan fungsi perangkat TIK. Beberapa literatur menyebutkan, siswa sekolah dasar di Singapura sudah sangat familier dengan berbagai gadget seperti komputer, laptop, telepon selular dan papan tulis interaktif serta peralatan laboratorium yang canggih. Pengenalan TIK secara bijaksana dan penuh kehati-hatian akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi perkembangan pendidikan anak. Pada lain sisi, internet juga membawa material negatif dalam kehidupan terutama anak-anak. Konten cyber porn yang sangat banyak dan mudah diakses lewat internet, merupakan hantu menakutkan yang membayangi perkembangan mental anak. Bahkan pada siswa sekolah atau mahasiswa pun, pengaruh buruk pornografi lewat internet itu masih bisa terjadi. Salah satu upaya adalah menjalankan software penyaring situs porno jika ada fasilitas internet dirumah. Di Warnet, juga dapat dilakukan blocking terhadap situs-situs porno meski nasehat ini sangatlah tidak populis dikalangan pengelola. Hal itu terkait dengan pelayanan pengguna yang bermuara pada pendapatan finansial. Peran orang tua dalam memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar tentang manfaat dan kegunaan internet akan dapat menghindarkan anak dari pengaruh buruk itu. Internet harus dikenalkan sebagai alat bantu yang memudahkan penyelesaian berbagai persoalan. Untuk mencari informasi bagi kepentingan pembelajaran, membantu proses pembelajaran maupun kepentingan lain dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan internet dan perangkat TIK lainnya dalam pembelajaran tentu saja diharapkan tidak malah membuat anak bingung. Penyajian audio, permainan digital yang atraktif dan merangsang motorik halus anak serta gambar-gambar animasi yang menarik dan lucu akan menjadi daya tarik tersendiri. Jika anak telah memiliki minat, maka pembelajaran diharapkan akan berjalan lebih baik. Tantangan Internet juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri pada anak. Lihatlah berbagai fasilitas yang tersedia di internet seperti blog yang bisa dijadikan buku harian on line, album photo dan video pada situs web tertentu tersedia gratis. Tugas para pendidik dan orang tualah yang dapat menentukan munculnya kreatifitas anak dalam memanfaatkan perangkat media digital tersebut. Keberadaan internet dan perangkat TIK lainnya memang membawa angin segar bagi kegiatan pembelajaran pada anak. Persoalannya adalah, bagaimana para tenaga pengajar dan pelaku pendidikan lainnya memanfaatkannya agar pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan lebih penting lagi, sangkil. Materi pelajaran dapat dikemas sedemikian rupa agar mudah dipahami anak. Soal ilmu pengetahuan alam, misalnya, dapat dikembangkan dengan memanfaatkan software yang menarik untuk menggugah minat anak belajar. Bagaimana menjelaskan tentang daya pantul benda dengan format audio video yang menarik. Isi atau materi pelajaran yang menarik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus menghindarkan anak dari rasa tertekan saat belajar karena menganggap pelajaran sulit dan menakutkan. Sudah saatnya, pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran dilaksanakan dan didukung segenap pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah juga harus memberikan perhatian lebih agar para pengajar sadar betapa banyaknya kemudahan pembelajaran yang bisa diperoleh lewat pemanfaatan TIK. Orang tua juga harus paham, TIK bukan hanya membawa dampak negatif bagi anak. Di sisi seberang sana, potensi besar perangkat TIK termasuk internet menunggu untuk dikenalkan dan dimanfaatkan. Agar proses pembelajaran, tidak hanya yang bersifat formal, bagi anak dapat lebih sangkil. (*/junaedi, Pranata Humas Muda Bagian Humas Setda Kabupaten Semarang) |

























